Pelaku Order Fiktif Ojek Online Hanya Belajar dari YouTube
Senin, 05 November 2018 – 11:02 WIB

Pelaku pembuat order fiktif ojek online. Foto: JPG/Pojokpitu
Para pelaku mengaku mendapat ide melakukan kejahatan order fiktif modus aplikasi mock location setelah belajar dari google dan YouTube.
Akibat perbuatan, pihak operator ojek online mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku bakal dijerat pasal 51 ayat 1 juncto pasal 35 uu i-t-e dengan ancaman hukuman pidana 12 tahun penjara. (pul/jpnn)
Operator ojek online mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah akibat order fiktif.
Redaktur & Reporter : Natalia
BERITA TERKAIT
- Driver Ojol Protes Dapat Bonus Rp50 Ribu, Wamenaker: Mereka Cuma Pekerja Sambilan
- Sobat Aksi Ramadhan 2025 Bentuk Nyata Kepedulian Pertamina Terhadap Masyarakat
- Soal Ojol Dapat THR, Menteri Meutya Hafid: Mudah-mudahan
- Soal Tuntutan THR & Status Mitra Platform Online, Modantara Singgung PHK Massal
- Ramadan Sebentar Lagi, Banyak Pengemudi Ojol Menolak Ikut Aksi
- Tidak Semua Driver Ojol Ikut Ajakan Demo soal THR, Alasannya Manusiawi