Pelaku Penembakan di Utrecht Pemerkosa dan Jarang ke Masjid

Saat ini Gokmen masih menjalani persidangan kasus pemerkosaan yang bakal dilanjutkan musim panas nanti. "Dia bukan teroris, tapi seorang psikopat," ujar perempuan 47 tahun itu kepada BBC.
Spekulasi itu diperkuat Dan Molenaar, seorang saksi di TKP. Kepada NOS, dia mengatakan bahwa Gokmen mengincar seorang perempuan. Perempuan itu terjatuh dan beberapa orang berusaha menolongnya berdiri.
"Kelihatannya, dia ingin menyerang perempuan itu atau salah satu orang yang sedang menolongnya," ujar Molenaar.
Beberapa laporan menyatakan bahwa Gokmen punya banyak permasalahan. Mulai pernikahan yang hancur sampai kasus pencurian sepeda. Tetangga rumahnya mengatakan, Gokmen jarang pergi ke masjid.
"Dia hanya anak yang tersesat dengan otak sekecil udang," ujar salah satu tetangga yang menolak disebut namanya kepada De Volkskrant.
Meski demikian, aparat tidak bisa menghilangkan kecurigaan terkait aksi terorisme. Kertas catatan yang ditemukan di mobil Renault Clio menguatkan dugaan itu. Kejaksaan juga menegaskan bahwa mereka tidak menemukan hubungan antara korban jiwa dan Gokmen.
Menurut NL Times, ketiga korban memang punya latar belakang berbeda. Korban perempuan yang meninggal adalah Roos Verschuur. Perempuan 19 tahun itu merupakan warga Vianen yang bekerja sebagai pelayan di cabang Kafe Kwalitaria Delifrance.
"Dia baru berumur 19 tahun. Kami tak bisa mengatakan apa-apa," ujar jubir Franchise Friendly Concept, pengelola seluruh jaringan Kwalitaria. (bil/c6/fal)
Tujuh jam pengejaran pelaku penembakan di stasiun trem Utrecht membuahkan hasil. Otoritas Belanda berhasil menggiring Gokmen Tanis ke kantor polis
Redaktur & Reporter : Adil
- Erick Thohir Bersama Legenda Belanda Mulai Membicarakan Program Pembinaan Pemain
- PSSI Umumkan Komposisi Pelatih Timnas Indonesia, Kental Aroma Belanda
- Serangan Umum 1 Maret, Klaim & Versi (daripada) Soeharto
- Resmi, Robin Van Persie jadi Pelatih Feyenoord Rotterdam
- Menlu Sugiono Rayu Belanda demi Sukseskan Program Prioritas Indonesia
- Soal Riset OCCRP, Prabowo Diminta Layangkan Nota Protes ke Pemerintah Belanda