Pelapor Pungli di Kemenkumham Bakal Dirahasiakan

jpnn.com - JAKARTA - Unit Pemberantasan Pungutan Liar (UPP) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menjamin kerahasiaan pelapor tindakan pungli di kementerian pimpinan Yasonna H Laoly itu. Bahkan pelapor bisa langsung meminta namanya dirahasiakan saat melaporkan praktik pungli.
"Iya dijamin. Kalau dia tidak mau disebut nama, kami perhatikan itu," kata Ketua UPP Kemenkumham Aidir Amin Daud di kantornya, Senin (7/11).
Birokrat yang juga inspektur jenderal (Irjen) Kemenkumham itu menambahkan, sanksi tegas menanti jajaran kementeriannyayang terbukti melakukan pungli. Selain hukuman disiplin, ada juga sanksi pemecatan.
"Tentu ada tahapannya. Mungkin ada yang langsung dipecat, ada yang tidak dicepat, mungkin hukuman disiplin," ujar dia.
Sejauh ini, kata dia, memang belum ada jajaran Kemenkumham yang dipecat gara-gara pungli. Aparat Kemenkumham yang sudah dipecat adalah jajaran yang terlibat dalam kasus narkoba di lembaga pemasyakatan (lapas).
"Kalau narkoba sudah 21 orang kami pecat. Kalau pungli memang belum," jelasnya.
Namun, Aidir juga menegaskan, jika ada pegawai Kemenkumham yang masih melakukan pungli di tengah gencarnya pemerintah memberantas praktik ilegal itu maka sanksinya akan lebih berat. Ia mengingatkan bahwa selain UPP juga ada Satuan Tugas Pemberantasan Pungli (Saber Pungli) Nasional yang dipimpin Menkopolhukam Wiranto.
Karenanya tim UPP juga akan berkoordinasi dengan Saber Pungli Nasional. Misalnya saling bertukar informasi jika menemukan pungli.
JAKARTA - Unit Pemberantasan Pungutan Liar (UPP) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menjamin kerahasiaan pelapor tindakan pungli di kementerian
- Asuransi Jasindo Mudik Bikin Arus Balik Lebih Aman & Nyaman
- Polisi Berlakukan Contraflow di Jalur Nagreg Menuju Bandung
- Golkar Aceh Mendukung Program PP AMPG untuk Bersihkan 444.000 Rumah Ibadah di Indonesia
- Arus Balik Lebaran, ASDP Imbau Pemudik Beli Tiket Sebelum ke Pelabuhan
- Warga Bojongsoang Geger Temuan Mayat Bayi di Tumpukan Sampah
- Soal Kebijakan Tarif Trump, Indonesia Diusulkan Dorong WTO Menyehatkan Perdagangan Global