Pembantai Warga Sipil Afghanistan Ternyata Sniper Stres
Sabtu, 17 Maret 2012 – 13:13 WIB

Pembantai Warga Sipil Afghanistan Ternyata Sniper Stres
Browne mengatakan, sebelum penembakan seorang rekan Bale telah terluka parah dalam kontak senjata dengan militan Taliban. Insiden tersebut turut mempengaruhi kejiwaan tentara AS, termasuk Bale. Namun Browne menegaskan, Bale sama sekali tidak mempunyai sentimen apapun terhadap kaum Muslim.
Baca Juga:
Sementara New York Times pada hari yang sama melaporkan, Bale melakukan serangan tersebut dalam keadaan mabuk akibat alkohol. Disebutkan, Bale mengalami depresi hebat karena penugasannya ke Afghanistan membuat kehidupan rumah tangganya dengan sang istri bermasalah. Namun pengacara Bale membantah dugaan ini.
Kejadian penembakan keji yang melibatkan Bale membuat kaget para tetangga di sekitar rumah sang tentara di Lake Tapps. Seorang pria yang ditinggal di sebelah rumahnya mengatakan, Bale adalah pria ramah yang sangat menyayangi keluarganya. Sementara itu seorang wanita yang mengaku berteman baik dengan Bale maupun keluarganya, menyebut menyatakan sang tentara brutal itu selalu bangga dengan profesinya dan tidak sekalipun pernah mengeluh.
Bale saat ini sedang menjalanin penahanan di rumah tahanan militer di kota Fort Leavenworth, di negara bagian Kansas, setelah meninggalkan Afghanistan melalui Kuwait. Dilaporkan pula, keluarganya telah diamankan ke Seattle untuk mencegah aksi balas dendam dari para pendukung Taliban di AS.
WASHINGTON - Seorang tentara Amerika Serikat bernama Sersan Robert Bale dituduh menembaki 16 warga sipil di dua desa di Afghanistan, pekan lalu.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar
- Update Gempa Myanmar: Korban Meninggal Dunia Mencapai 2.800 Orang
- Amerika Bakal Persulit Pemohon Visa yang Suka Menghina Israel di Medsos
- Gempa Bumi Kembali Terjadi di Myanmar Hari Ini
- Korban Tewas Gempa Myanmar Mencapai 2.700 Orang, BNPB Beri Info soal WNI
- Indonesia Berangkatkan Pasukan Misi Kemanusiaan Gempa ke Myanmar