Pembuat dan Penyebar Video Dua Bocah Diburu Polisi

Sementara berdasarkan keterangan orangtua dari bocah itu yang diperoleh pihak kepolisian, keduanya mengalami tekanan psikis. Bahkan sempat tidak mau sekolah karena menanggung malu.
Untuk mengambalikan kepercayaan diri keduanya, sudah dilakukan pembicaraan antara Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat untuk rencana rehabilitasi.
Di pihak lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tarakan M Ilham Nor menyesalkan peristiwa tersebut. Namun, pihaknya berupaya agar hal itu tidak terulang lagi.
“Saya segera mencari tahu, anak ini sekolah di mana dan tinggal di daerah mana? Setidaknya kami pasti akan melakukan upaya. Pertama pembinaan. Kami berharap apa yang tersebar di video ini menjadi pukulan yang cukup heboh di dunia pendidikan,” ujarnya, seperti diberitakan Berau Post (Jawa Pos Group).
Ilham juga berharap video asusila dua bocah tersebut tidak tersebar semakin luas di masyarakat.
Ini demi menghindari dampak yang bisa dirasakan pelaku maupun korban asusila. (mrs/fen)
Polres Tarakan, Kalimantan Utara, masih mengusut beredarnya video heboh adegan asusila dua bocah di sebuah rumah bertingkat di Kelurahan Karang Rejo.
Redaktur & Reporter : Soetomo
- Oknum Polisi Aipda AD Dipecat Gegara Berbuat Asusila pada Ibu Mertua
- Pegawai Unram Diduga Hamili Mahasiswi Jadi Tersangka
- Oknum Guru Ngaji di Tulungagung Cabuli Santri
- Ulah Oknum Dokter di Malang Ini Agak Lain, Minta Pasien Melepas Baju, Korban Trauma!
- Puan Harapkan Korban Pencabulan Eks Kapolres Ngada Bisa Direhabilitasi
- Kapolri Copot AKBP Fajar Widyadharma dari Jabatan Kapolres Ngada