Pembuatan Terminal Khusus TKI Dianggap Melegitimasi Kejahatan

jpnn.com - JAKARTA - Analis Kebijakan Migrant Care Wahyu Susilo mengatakan, penangkapan oleh KPK Sabtu (27/7) dini hari merupakan perwujudan dari penelitian indeks integritas kementerian/lembaga.
"Catatan integritas di BNP2TKI memang buruk sekali," katanya.
Wahyu mengatakan dari waktu ke waktu tidak ada pembenahan dalam urusan pemulangan TKI ini. Dia mengatakan pembuatan terminal atau akses khusus bagi kepulangan TKI justru menjadi kejahatan yang dilegitimasi. "Bisa dilihat dari banyaknya titip pungutan atau pemerasan di jalur TKI itu," kata dia.
Pria asal Jember, Jawa Timur itu membeberkan titik-titik rawan terjadi pungutan itu. Mulai dari aparat berseragam dinas, hingga penipuan oleh tempat penukaran uang, biro travel, dan jasa-jasa lainnya.
Dia mengatakan pemerintah harus tegas menghapus akses khusus TKI itu, ketika mengeluarkan kebijakan TKI boleh pulang lewat akses penumpang umum. "Kalau sekarang masih ada dua akses, ambigu. Sama saja TKI digiring lewat jalur BNP2TKI," jelasnya.
Menurutnya ada kepentingan kuat bagi BNP2TKI masih mempertahankan jalur atau akses khusus kepulangan TKI. Dengan perputaran uang hasil pungli atau pemerasan yang lumayan besar, tentu ada oknum-oknum pemerintah yang mengeruk keuntungan. Buktinya jelas, ada 18 orang yang ditangkap dalam operasi KPK itu. (gun/wan)
JAKARTA - Analis Kebijakan Migrant Care Wahyu Susilo mengatakan, penangkapan oleh KPK Sabtu (27/7) dini hari merupakan perwujudan dari penelitian
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- H+6 Lebaran, 50 Persen Pemudik Sudah Kembali ke Barat Lewat Tol
- Situasi Lebaran di Jateng Berjalan Normal, One Way Nasional Mulai Diberlakukan
- One Way Nasional Resmi Dibuka untuk Antisipasi Arus Balik Lebaran, Pemudik Wajib Tahu
- Contraflow Tol Jagorawi Arah Puncak Kembali Diberlakukan
- Dukung UMKM, Pemprov Jakarta Siapkan Anggaran Rp 300 Miliar
- Gubernur Sulteng Bantu Biaya Pemulangan Jenazah Jurnalis Situr Wijaya