Pemerintah Australia Diminta Lebih Tegas Tangani Pelanggaran HAM dalam Industri Panel Surya di Tiongkok
Selasa, 16 November 2021 – 22:59 WIB

Propinsi Xinjiang di China memproduksi sekitar setengah pasokan poli-silikon, bahan baku utama untuk panel surya. (ABC News: Emilia Terzon)
Tiga perusahaan yang terlibat kini masuk daftar hitam di AS.
Sesaat sebelum konferensi COP26 di Glasgow, penasihat keamanan nasional Gedung Putih, Jake Sullivan, ditanya bagaimana AS bisa memperluas penggunaan panel surya bila mengambil tindakan tegas terhadap impor (dari Tiongkok).
“Presiden (Biden) percaya bahwa kami dapat mengambil sikap keras terhadap kerja paksa, menentang kerja paksa di mana pun termasuk di Xinjiang, dan pada saat yang sama mengembangkan pasokan tenaga surya yang kuat, tangguh, dan efektif,” kata Jake Sullivan.
Diproduksi oleh Farid Ibrahim dari artikel ABC News.
Pemerintah Australia didesak untuk memastikan panel surya yang digunakan di negaranya bukan yang diproduksi di Xinjiang, Tiongkok, yang diduga melanggar hak asasi Muslim
Redaktur & Reporter : Adil
BERITA TERKAIT
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana