Pemerintah Australia Umumkan Anggaran Baru, Ada Kaitannya dengan Migrasi

Pemerintah Australia Umumkan Anggaran Baru, Ada Kaitannya dengan Migrasi
Menjelang pemilihan umum tahun 2025, Bendahara Negara Australia Jim Chalmers telah menyampaikan anggaran federal keempatnya. (ABC News: Emma Machan)

Loser: Migran Sementara

Jumlah migrasi, yang merujuk pada migran sementara, diperkirakan akan turun hingga 75.000 orang pada tahun anggaran berikutnya.

Angka migrasi luar negeri bersih diperkirakan akan turun dari 335.000 tahun ini menjadi 260.000 orang di tahun 2026, dan kemudian 225.000 orang di tahun berikutnya.

Mahasiswa internasional merupakan bagian besar dari kelompok tersebut dan kedua partai besar Australia, yakni Partai Buruh dan Partai Liberal, mengarahkan perhatian mereka kepada mahasiswa internasional dalam upaya mengembalikan migrasi ke tingkat sebelum pandemi.

Partai Buruh memperkenalkan serangkaian langkah untuk membatasi jumlah mahasiswa internasional yang datang, meski tidak terlaksana seutuhnya.

Meskipun menentang upaya Partai Buruh untuk membatasi pendaftaran mahasiswa internasional, Partai Liberal, yang dikenal juga dengan Koalisi, berjanji untuk menetapkan aturan mereka sendiri jika terpilih pada pemilihan berikutnya.

Winner: Pengusaha Bir

Mengapa ini kami bahas, karena menarik melihat pemerintah Australia akan membekukan kenaikan pajak atas bir atau curah selama dua tahun.

Meski kebijakan ini tidak akan berdampak besar pada harga segelas bir, karena selisihnya kurang dari satu sen, langkah ini tetap disambut baik oleh para pembuat bir. Mereka menilai perubahan yang "moderat" ini dapat membantu mendukung bisnis perhotelan dan industri minuman.

Winner: Pembeli Rumah Pemula

Skema 'Help to Buy' yang telah disahkan tahun lalu akan diperluas untuk memungkinkan lebih banyak orang membeli rumah dengan skema dari pemerintah federal.

Punya rencana mau pindah ke Australia untuk bekerja atau sekolah? Kamu harus tahu anggaran belanja pemerintah Australia yang baru diumumkan kemarin

Sumber ABC Indonesia
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News