Pemerintah Bakal Menaikkan PPN, Syarief Hasan: Rakyat Khususnya UMKM Makin Terjepit

"Kenaikan PPN di atas 10 persen hanya akan menyulitkan masyarakat kecil," ungkap Syarief.
Memang, lanjut Syarief, berdasarkan data dari Kementerian Ketenagakerjaan, jumlah pekerja yang terkena PHK akibat dampak pandemi Covid-19 mencapai 3,05 juta orang sejak Maret 2020.
Angka ini turut menyumbang bertambahnya angka kemiskinan selama pandemi Covid-19 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) RI mencapai 1,13 juta orang.
Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat itu menilai daya beli masyarakat hari ini masih sangat rendah sehingga perlu didorong dan ditingkatkan oleh pemerintah.
“Dampak pandemi Covid-19 yang paling kelihatan adalah rendahnya daya beli masyarakat yang menyebabkan stagnansi dan penurunan ekonomi sehingga perlu didorong lewat program-program relaksasi," ungkapnya.
Syarief menyebutkan kenaikan PPN di atas 10 persen akan menimbulkan efek domino yang memberatkan perekonomian Indonesia.
“Daya beli masyarakat sekarang menurun. Lalu dengan kenaikan PPN, maka pembeli akan makin berkurang. Kondisi ini akan berimbas pada industri dan akan berimbas pula pada pekerja-pekerja di industri dan pabrik-pabrik," ungkap Syarief.
Dia mendorong pemerintah memikirkan kembali rencana menaikkan PPN tersebut.
Syarief Hasan menilai kenaikan PPN dapat menghambat pertumbuhan ekonomi yang sedang bangkit setelah hantaman pandemi Covid-19. Rakyat kecil khususnya UMKM makin terjepit.
- Analis Sebut Kans Ekonomi Indonesia Alami Perkembangan Progresif
- Waspada! Prediksi Kebijakan Donald Trump Bisa Picu Resesi di Indonesia
- Momen Lebaran, Gubernur Harum Beri 3 THR Spesial Untuk Rakyat Kaltim
- Libur Idulfitri, Kebun Binatang Bandung Larang Pengunjung Botram
- Pertamina UMK Academy Berhasil Bawa Ribuan Produk UMKM Go Global
- Para Peserta UMK Ungkap Segudang Manfaat Ikut Program Pertamina, Produknya Bisa Go Global