Pemerintah Harus Konsisten Menjaga Pertumbuhan Ekonomi
Jumat, 08 September 2017 – 11:58 WIB

Anggota Komisi XI DPR RI Misbakhun (mengenakan kemeja putih) meminta Menteri Keuangan saat Raker dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (7/9/2017). Foto: Humas DPR
jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR RI Misbakhun meminta Menteri Keuangan untuk konsisten dalam membangun pertumbuhan ekonomi 2018 yang diproyeksikan 5,4 persen dalam RAPBN 2018. Ia pun meminta komitmen pemerintah untuk mencapai target tersebut agar APBN dapat dijalankan secara kredibel.
“Saya yakin angka 5,4 persen dasar pertimbangan yang matang, karena tahun ini adalah tahun keempat pemerintahan Presiden Jokowi. Dengan target pertumbuhan ekonomi yang demikian, perlu didalami dan penguatan untuk membangun pasar,” katanya saat Raker dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (7/9/2017).
Politisi Fraksi Partai Golkar ini menilai ada beberapa cara untuk dapat tumbuh 5,4 persen, salah satunya penerimaan pajak yang kuat. Menurutnya pertumbuhan pajak Indonesia hanya 9,3 persen. Angka itu jauh dari sebelumnya yakni 10 persen sampai 12 persen. “Kalau penerimaan pajak tinggi maka pemerintah tak perlu lakukan self blocking dan pemotongan anggaran," tegasnya.
Pemerintah juga diminta untuk membangun keyakinan terhadap pertumbuhan inflasi. "Saya ingin sampaikan kepada pemerintah seperti satgas ketahanan pangan harus dibicarakan dalam rapat pemerintah supaya pasar tidak kontraksi pada hukum. Yang ada bukan upaya persuasif," imbuh Misbakhun.
DPR meminta Menteri Keuangan konsisten membangun pertumbuhan ekonomi 2018 yang diproyeksikan 5,4 persen. DPR juga menuntut komitmen pemerintah mencapai target
BERITA TERKAIT
- Komisi VI DPR Sidak Jasa Marga, Pastikan Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2025
- Misbakhun Buka-bukaan Data demi Yakinkan Pelaku Pasar di Bursa
- Aksi Tolak RUU TNI Masih Berlangsung, Sejumlah Pedemo Dibawa Sukarelawan Medis
- RUU TNI Disahkan Jadi UU, Sekjen KOPI Kecam Segala Bentuk Aksi Kekerasan yang Mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa
- DPR Segera Bahas RKUHAP, Muncul Penegasan Penyidikan Harus Pakai CCTV
- Enggan Tanggapi Pengesahan UU TNI, Prabowo Hanya Tersenyum dan Lambaikan Tangan