Pemerintah Harus Sigap Tangani Bencana Alam di Madina

jpnn.com, MADINA - Politikus DPR daerah pemilihan Sumatera Utara II, Saleh Partaonan Daulay menyampaikan duka cita atas musibah banjir yang melanda kota Padang Sidempuan dan Desa Malintang, Mandailing Natal pada Minggu (26/3) malam.
Informasi yang dia peroleh menyebutkan telah ditemukan 5 orang korban jiwa di Padang Sidempuan dan 1 orang di desa Malintang.
Sementara itu, kerugian materil akibat musibah itu diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.
Karena itu dia meminta pemerintah pusat untuk segera turun tangan menangani musibah itu. Pasalnya, banyak korban mengungsi di mesjid dan mushola. Sementara rumah mereka yang hanyut dan rusak belum jelas nasibnya.
"BNPB dan Kementerian Sosial punya anggaran tanggap darurat dan dana bencana alam untuk menangani para pengungsi yang ada," kata Saleh melalui pesan singkat di Jakarta, Senin (27/3).
Politikus PAN ini menyebutkan bahwa bencana yang terjadi di Padang Sidempuan dan Madina sangat penting ditangani segera. Apalagi, Presiden Joko Widodo baru saja melakukan kunjungan ke daerah itu dan paham kesulitan masyarakat di sana.
"Presiden Jokowi sudah mengenal daerah itu. Semestinya aparat pemerintah pusat cepat tanggap. Masyarakat yang terkena musibah harus segera dibantu dan dipulihkan sehingga mereka bisa kembali beraktivitas sebagaimana sebelumnya," tambah wakil ketua Komisi IX DPR ini.(fat/jpnn)
Politikus DPR daerah pemilihan Sumatera Utara II, Saleh Partaonan Daulay menyampaikan duka cita atas musibah banjir yang melanda kota Padang Sidempuan
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam
- Air Sungai Meluap, 7 Desa di Aceh Selatan Terendam Banjir
- Kapolda Riau Pastikan Antisipasi Bencana di Jalur Riau-Sumbar
- Mega Insurance & Lifepal Bayar Klaim Kendaraan Korban Banjir Bekasi dengan Proses Cepat
- Ada Genangan Air di Batang, Kereta Api Gumarang Terhenti di Semarang Hampir 2 Jam
- Banjir Melanda Berau Kaltim, 2 Lansia Meninggal Dunia
- Pemkab Sumedang Salurkan Bantuan Penanganan Banjir Cimanggung Lewat Aplikasi Si Tabah