Pemerintah Impor 3,7 Juta Ton Garam, Nasib Petani Terancam

"Barusan rapat kerja dengan Ibu Susi. Sebenarnya rekomendasi dari KKP adalah impor garam 2,1 juta ton, tetapi dalam rapat dengan menteri perdagangan, dan menko ekonomi diputuskan akan melakukan impor 3,7 juta ton," ujar Viva di kompleks Parlemen Jakarta, Senin (22/1).
Hal ini, kata politikus kelahiran Lamongan, 30 Mei 1968 tersebut, merupakan persoalan konstitusi karena UU mengatur setiap impor harus mendapat rekomendasi kementerian teknis.
Tapi ketika KKP merekomendasikan impor garam 2,1 juta ton, pemerintah malah memutuskan 3,7 juta ton.
"Hal ini menyebabkan, pasti petani garam akan gulung tikar, menederita, dan merugi. Dan kami yakin petani garam tidak mampu diberdayakan. Padahal dalam UU pemerintah wajib melindungi dan memberdayakan petani," tegasnya.
Untuk itu dia mengusulkan supaya kebijakan impor garam tersebut harus diurai karena membahayakan produksi garam nasional.(fat/jpnn)
Upaya pemerintah melakukan swasembada garam tidak tercapai karena kebijakan impor terus dilakukan setiap tahun.
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam
- Ajak Perguruan Tinggi Memperkuat Danantara, Viva Yoga: Pastinya dengan Kajian Ilmiah
- Wamen Viva Yoga Ajak Perguruan Tinggi Berkolaborasi Membangun Kawasan Transmigrasi
- Wamentrans Viva Yoga Mengajak Alumni Cipayung Plus Berkolaborasi Membangun Bangsa
- Wamen Viva Yoga Tinjau Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Puskesmas Tebet, Ini Pesannya
- Wamen Viva Yoga Yakin Indonesia Bisa Wujudkan Swasembada dan jadi Lumbung Pangan Dunia
- Wamen Viva Yoga Ingin Kawasan Transmigrasi Payahe jadi Lumbung Pangan di Maluku Utara