Pemerintah Jangan Persulit Produsen Gula Tradisional
"Pemerintah seharusnya mengajak diskusi dan memberikan edukasi kepada petani, bukannya langsung mengeksekusi," ungkapnya.
Edhy menambahkan, pemerintah juga harus memiliki neraca kebutuhan gula yang tepat dan jelas agar dapat memprediksi kebutuhan dan menjaga stabilitas harga.
Gula hasil petani pun harus disesuaikan harganya agar bisa bersaing dengan produk impor.
"Sangat ironis bila gula hasil impor bisa laku di pasaran, sementara gula hasil petani kita sendiri tak laku dan menumpuk di gudang," katanya.
Apalagi ada dugaan gula impor sudah menyasar konsumen gula petani.
Kalau kondisinya terus menerus seperti ini lebih baik pemerintah jangan melakukan impor gula sebelum milik petani lokal laku di pasaran.
"Baik di sektor industri hingga kebutuhan rumahan," ungkanya.
Dia menegaskan, pemerintah harus pro kepada rakyat. Kebijakan yang dikeluarkan harus memikirkan hajat hidup petani.
Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo mengatakan pemerintah harus menyikapi serius ihwal menumpuknya ribuan ton gula hasil petani berbagai daerah.
- Pakar Sebut Kasus Tom Lembong Tergesa-gesa Disebut Korupsi
- PTPN Group Jalankan Strategi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Kemitraan Petani Tebu
- Wow, Indonesia Bisa Cuan Rp 84,2 Triliun Gegara Tak Impor
- Penyidik Kejagung Garap Eks Sekretaris Tom Lembong di Kasus Korupsi Impor Gula
- Kebijakan Tom Lembong Impor Gula Sesuai Kepmenperindag 572, Tak Bisa Dipidana
- Dukungan Bebaskan Tom Lembong Terus Mengalir, Kejagung Dianggap Ugal-ugalan