Pemerintah Prediksi Nilai Transaksi Ritel di 2025 ini Bakal Turun 8 Persen

jpnn.com, JAKARTA - Nilai transaksi untuk sektor ritel di Indonesia diprediksi bakal mengalami penurunan akibat perubahan pola konsumsi masyarakat saat ini.
Hal tersebut diutarakan oleh Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti. Kata dia, penurunan transaksi ritel diperkirakan menurun 5 hingga 8 persen.
"Itu semua dikarenakan kecenderungan konsumen untuk memilih produk sejenis dengan harga terjangkau, adanya pergeseran pola belanja, hingga mengutamakan perjalanan dan pengalaman belanja langsung,” ujar Roro dikutip, Sabtu (26/4).
Karena itu politukus Partai Golkar ini mendorong kepada semua pelaku usaha ritel di Indonesia untuk terus adaptif dengan perubahan pola konsumen. Hal ini juga sejalan dengan cepatnya perkembangan teknologi saat ini.
“Offline experience masih relevan dengan teknologi yang terus berkembang, sehingga, penting untuk adaptif dan memberikan pengalaman yang menyenangkan untuk meningkatkan daya tarik masyarakat berbelanja,” ujar dia.
Lebih lanjut, Roro mengatakan sektor ritel masih memiliki peluang besar seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Menurut Roro, perkembangan ekonomi di Indonesia saat ini relatif cukup stabil serta populasi yang didominasi oleh generasi muda dan usia produktif.
“Sektor ritel di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi dengan populasi yang besar 284 juta jiwa, dan bonus demografi yang membuat mayoritas penduduk kita ada di usia produktif,” kata Roro.
Nilai transaksi untuk sektor ritel di Indonesia diprediksi bakal mengalami penurunan akibat perubahan pola konsumsi masyarakat saat ini.
- Resah Lihat Kondisi Ekonomi, Mahasiswa UKI Bagikan Beras untuk Membantu Warga
- PNM Wujudkan Dukungan untuk Pendidikan Berkualitas lewat Ruang Pintar
- Kemenko PM Uji Publik Standar Pendampingan Usaha lewat Pilar Berdaya Bersama
- Bulog Siap Dukung Koperasi Merah Putih untuk Memperkuat Ketahanan Pangan
- Lem Aica Aibon Meluncurkan Kemasan Baru dengan Sistem Warna
- Sepakat dengan IMF, Ekonom Bank Mandiri Sebut Indonesia Salah Satu Pusat Ekonomi Dunia