Pemerintah Telantarkan Pengungsi Atambua?
Senin, 10 November 2008 – 18:10 WIB
Dirinya mengaku prihatin dengan kondisi para pengungsi eks Tim Tim yang hidup dalam kesulitan. Dia juga mencatat beberapa masalah yang ditemuinya saat berkunjung kesana, antara lain soal pendidikan yang masih sangat memprihatinkan. Pendidikan usia dini di tempat pengungsian masih jauh dari layak. Sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan masih minim.
Baca Juga:
”Masalah pendidikan di Kabupaten Belu cukup memprihatinkan. Terutama pendidikan anak-anak eks pengungsi. Jumlah anak-anak eks pengungsi yang mencapai sekitar 1.000 orang tidak sebanding dengan prasarana yang disiapkan,” ujar Bang Yos.
Kedua, status pengungsi yang sudah dicabut oleh pemerintah menyebabkan bantuan dihentikan. ”Jumlah pengungsi yang besar sekitar 16 ribu harus menjadi perhatian kita semua,” tambahnya.
Ketiga, masalah ketahanan pangan. ”Sumberdaya tersebut belum dikelola secara optimal untuk kesejahteraan rakyat NTT sehingga kelaparan dan kemiskinan masih dialami oleh sebagian rakyat NTT saat ini,” kata Bang Yos.
JAKARTA- Calon presiden (capres) dari Partai Indonesia Sejahtera (PIS), Sutiyoso, menegaskan bahwa pemerintah saat ini telah menelantarkan para pengungsi
BERITA TERKAIT
- Taat Hukum, Hasto Bakal Hadiri Panggilan KPK pada 13 Januari 2025
- Pendaftaran PPPK 2024 Tahap 2 Jangan Diundur Ketiga Kalinya, Honorer Senior Keburu Pensiun
- Usut Kasus Investasi Fiktif, KPK Periksa Dirut PT Pacific Sekuritas Indonesia Edy Soetrisno
- Terima Undangan Pemeriksaan dari KPK Senin Nanti, Sekjen PDIP Menyatakan Kesiapannya
- HUT Ke-52 PDIP di Sekolah Partai: Sederhana, Khidmat, Penuh Semangat Nasionalisme & Patriotisme
- Ada Guru Honorer Tidak Tahu Dibuka Rekrutmen PPPK 2024, Salah Siapa?