Pemilih Ahok Mayoritas Muslim, Mustahil Umat Islam Intoleran
jpnn.com, CIAMIS - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menyatakan bahwa umat Islam sangat toleran. Menurutnya, pilkada DKI merupakan salah satu bukti sikap toleran umat Islam.
"Kalau dibilang Islam itu intoleran, di mana letaknya? Karena Ahok (Basuki Tjahaja Purnama, red) itu bisa meraup suara banyak dari suara umat muslim," kata Hidayat dalam Tarhib Ramadan 1438 H dan Syukuran 60 Tahun KH Surahman Hidayat di Ciamis, Sabtu (13/5).
Menurut Hidayat, sekitar 35 persen dari total pemilih muslim dalam pilkada DKI memilih Basuki T Purnama alias Ahok. Sedangkan untuk pemilih nonmuslim yang memilih Ahok meski mencapai 90 persen, namun jumlahnya masih di bawah total muslim pemilih calon petahana pada pilkada DKI itu.
Yang membuat Hidayat heran, saat ini umat Islam justru disebut-sebut intoleran dan anti-kebinekaan. Padahal jika mau pbjektif, katanya, mayoritas pemilih Ahok justru umat Islam.
"Kalau Islam itu radikal, pasti tidak ada umat muslim yang memilih Ahok. Nyatanya banyak yang mencontreng dia kan?,” ujar politikus yang akrab disapa dengan panggilan Ustaz HNW itu.
Meski demikian Hidayat mengajak semua pihak melupakan persoalan itu. Sebab, hal yang lebih utama adalah menjaga persatuan di masyarakat.
“Itu sudah cerita lalu. Yang penting sekarang bagaimana menyatukan masyarakat Indonesia. Jangan lagi sebarkan isu intoleran dan anti-kebinekaan," imbaunya.(esy/jpnn)
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menyatakan bahwa umat Islam sangat toleran. Menurutnya, pilkada DKI merupakan salah satu bukti sikap toleran
Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad
- Di Debat Kedua, RK-Suswono Janjikan Sekolah Negeri dan Swasta Gratis di Jakarta
- Kejagung Tangkap Hakim Ronald Tannur, Eddy Soerparno Berkomentar Begini, Tegas
- Megawati Absen ke Acara Pelantikan Presiden, Basarah: Bukan Berarti Menolak Prabowo
- Kurang Fit dan Flu, Megawati tak Bisa Hadiri Pelantikan Prabowo-Gibran
- Di Bawah Komando H. Odink, Tokoh Multi Etnik di Jakarta Siap Menangkan RIDO
- Mantan Istri Ahok, Veronica Tan Dipanggil Prabowo, Ini Sebabnya