Pemilih Data Bermasalah Diminta Teken Surat Pernyataan

jpnn.com - JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuat langkah terobosan guna menyelesaikan 10,4 juta pemilih bermasalah yang ikut ditetapkan dalam daftar pemilih tetap (DPT) pemilu 2014. Yakni dengan meminta para pemilih menandatangani surat pernyataan.
Menurut Komisioner KPU, Sigit Pamungkas, langkah ini dimaksudkan guna memastikan bahwa para pemilih tersebut bukan fiktif seperti yang dikhawatirkan sebagian kalangan selama ini.
“Jadi saat ini kita sedang menugaskan KPU daerah secara faktual membuktikan bahwa 10,4 juta itu tidak fiktif, dengan meminta pembuktian secara faktual yaitu lewat tanda tangan,” katanya di Jakarta, Senin (18/11).
Sayangnya saat ditanya bagaimana sekiranya jika para pemilih tersebut tetap belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) nantinya? Sigit belum dapat menjawab secara tegas. Karena sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012, tentang pemilu, pemilih harus memiliki NIK.
Solusi yang saat ini mungkin dapat ditempuh menurut Sigit, dengan melampirkan surat keterangan bahwa para pemilih tersebut tidak memiliki NIK. Atau juga bisa diselesaikan dengan bantuan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk memberikan NIK.
“Hal ini menjadi penting. Karena yang menjadi persoalan, pemilih itu secara faktual ada dan memenuhi syarat sebagai pemilih. Semestinya mereka kita fasilitasi sejak dini dan diselesaikan dari awal,” katanya.(gir/jpnn)
JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuat langkah terobosan guna menyelesaikan 10,4 juta pemilih bermasalah yang ikut ditetapkan dalam
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Ibas Ajak Semua Kader Demokrat Buat Program untuk Kesejahteraan Rakyat
- Ahli Kepemiluan Usul Ambang Batas Maksimal 50 Persen di Pilpres dan Pilkada
- Bahlil Digugat ke Mahkamah Golkar Gegara Ganti Ketua DPR Papua Barat Daya Tanpa Prosedur
- Soedeson Soroti Eksekusi Rumah Warga di Bekasi, Penegak Hukum Diduga Langgar Prosedur
- Polemik Band Sukatani soal Lagu Bayar Polisi, Dewi Juliani: Itu Kritik yang Harus Diterima
- Pakar Sebut Gap Politis Bikin Prabowo & Megawati Sulit Bertemu