Pemilihan Rektor UT, Empat Kandidat Bersaing Ketat

"Kalau dulu sempat ada keluhan bahan ajar tetapi saat ini sudah tidak ada lagi," katanya.
Kondisi ini kemudian berdampak pada meningkatnya jumlah mahasiswa UT yang meningkat dari tahun ke tahun.
"Kalau sentra layanan UT terbangun di kabupaten-kabupaten maka prodi UT tidak akan tertandingi paling tidak selama 5 tahun ke depan," ujarnya.
Prof Ojat juga menekankan bahwa semua dosen di pusat maupun perwakilan daerah harus memiliki kesempatan berkarir yang sama. Juga memiliki penghasilan yang baik.
Maman Rumanta, bakal calon rektor lainnya menekankan isu SDM yang perlu dibenahi. Menurutnya, dengan perubahan menjadi PTN BH akan lebih mudah membenahi kualitas dosen.
"Prodi sebagai bisnis utama akan jadi prioritas ke depan," ujar Maman.
Sementara bakal calon Rektor UT Muhammad Husni Arifin, menyoroti masih perlu dibenahi jumlah dan kualifikasi SDM. Lantas struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) , juga peningkatan mutu bahan ajar dan proses pembelajaran.
"Selain itu prestasi mahasiswa dan kualitas lulusan perlu ditingkatkan," pungkasya. (esy/jpnn)
Pemilihan rektor UT periode 2021-2025 berlangsung seru, ada empat bakal calon rektor yang bersaing salah satunya petahana Rektor UT
- Universitas Terbuka Raih Opini WTP atas Laporan Keuangan 2024
- Pencarian Rektor UT 2025–2030 Dimulai, Cek 17 Persyaratan & Jadwal Pendaftaran
- Universitas Terbuka Siapkan Para Peneliti Muda untuk Memperkuat Riset
- Jaga Warisan Budaya, Himmas UT Taiwan Sukses Gelar Indonesia Tempo Doeloe IV
- PMI Penyumbang Devisa Terbesar Kedua, UT Dorong Tingkatkan Kompetensi
- Migrants Day 2024, Menakar Urgensi Pendidikan Tinggi bagi Pekerja Migran Indonesia