Pemilik Kebun di Australia Tolak Permintaan Naik Gaji Pemetik Buah


Ia mengaku sering mendapat pertanyaan dari para pekerjanya di kebun mangga, tentang bagaimana mereka "lebih suka dibayar per buah karena bekerja lebih cepat dari yang lain".
"Menurut saya ini adalah apa yang dibutuhkan ketika [seseorang] pergi dan bekerja di kebun, bahwa ada beberapa pilihan berbeda."

Konsultasi industri diperlukan
Wakil eksekutif Citrus Australia, Nathan Hancock, mengatakan bahwa industri seharusnya dimintai pendapat jika ada keinginan untuk mengubah aturan hortikultura.
"Saya ingin melihat bagian yang lebih detil dari hal ini, tapi kami juga tidak ingin ada perubahan yang merampas produktivitas," katanya.
Nathan mengatakan jika keseimbangan pembayaran tidak tercapai, efektivitas dalam perkebunan juga akan terpengaruh.
"Saya pikir banyaknya masalah yang dilaporkan saat ini disebabkan oleh perilaku buruk dalam sektor perekrutan tenaga kerja," katanya.
Para petani menolak permintaan serikat buruh untuk menaikkan jumlah minimum gaji per jam bagi pemetik buah dan pekerja musiman
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kolesterol Naik Setelah Lebaran, Turunkan dengan Mengonsumsi 5 Buah Ini