Pemilik NPWP Tambah, Penerimaan Pajak Turun
Selasa, 12 Januari 2010 – 20:51 WIB
JAKARTA -- Langkah pemerintah yang menerbitkan surat utang negara (SUN) mestinya bisa dihentikan. Dengan catatan, menteri keuangan mengoptimalkan pendapatan dari sektor pajak. "Dengan mengoptimalkan pendapatan dari pajak, defisit APBN juga bisa ditutupi. Dan itu dipastikan tidak akan membebani APBN dengan pembayaran bunga," kata anggota Komisi XI DPR RI, Muchtar Amma kepada JPNN di Jakarta, Selasa (12/1).
Menurut dia, kalau penerimaan dari sektor pajak ini bisa dikelola dengan baik, pemerintah tak perlu berutang. Sebab, potensi pendapatannya memang masih sangat besar. Artinya, APBN tak perlu digadaikan. Sayangnya, kata dia, perkembangan penerimaan pajak dalam tiga tahun terakhir memang masih memprihatinkan. Bahkan, ia mencontohkan, pendapatan di 2008 sebesar Rp571 triliun dengan wajib pajak sebanyak 10,68 juta yang sudah memiliki NPWP.
Baca Juga:
Dengan jumlah itu, menteri keuangan sudah mengklaim keberhasilan meningkatkan pendapatan di 2009. Padahal, data 2009 menunjukkan realisasi pendapatan hanya Rp565,77 triliun dari target Rp577,37 triliun dengan jumlah wajib pajak 15,91 juta.
"Itu menunjukkan ada penurunan dari tahun sebelumnya sekitar Rp6 triliun karena realisasinya hanya sekitar 97 persen dari target," sebutnya. Karena itu, ia lalu mempertanyakan klaim keberhasilan Menkeu. Pasalnya, secara total wajib pajak ber-NPWP memang naik, tapi realisasi penerimaannya justru menurun. (har/jpnn)
JAKARTA -- Langkah pemerintah yang menerbitkan surat utang negara (SUN) mestinya bisa dihentikan. Dengan catatan, menteri keuangan mengoptimalkan
Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu
BERITA TERKAIT
- GB Sanitaryware dan Christian Sugiono Garap Project Rahasia di Bali
- Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Inspeksi ke SPBU
- Lewat Transisi Energi Terbarukan, Indonesia Bisa Menurunkan Emisi GRK
- KAI Living Gondangdia Masuki Tahap Penyelesaian
- SIG Raih Peringkat Gold di Ajang Asia Sustainability Reporting Rating Award 2024
- Berkomitmen Terapkan Keuangan Berkelanjutan, BNI Kantongi Gold Rank ASRRAT 4 Tahun Berturut-turut