Pemilik Restoran di Tasmania Didenda Rp 1 M Karena Bayar Koki Terlalu Rendah
Seorang pemilik restoran di Launceston (Tasmania) telah dikenai denda $ 100 ribu (sekitar Rp 1 M) karena membayar koki asal China terlalu rendah dan juga membuat laporan penggajian palsu.
The Fair Work Ombudsman memutuskan bahwa David dan Priscilla Lam, yang menjadi pemilik Dave's Noodles di Launceston, membuat catatan penggajian palsu untuk seorang pekerja di sana.
Pekerja itu dicatat dan dibayar untuk bekerja selama 38 jam padahal dia sebenarnya bekerja selama 60 jam.
Atas pemalsuan catatan tersebut, koki tersebut mendapat kekurangan bayaran sebesar $ 86 ribu (sekitar Rp 860 juta) dalam masa empat tahun.
Pemilik restoran tersebut berhasil mengyakinkan koki, yang didatangkan dari China dengan visa pekerja 457 tersebut, bahwa dia harus menandatangani catatan penggajian tersebut bagi kepentingan imigrasi.
Pengadilan Federal sekarang menjatuhkan denda bagi pemilk restoran tersebut $ 100 ribu dolar dan juga meminta mereka membayar kekurangan gaji kepada koki tersebut.
Pasangan ini juga memiliki restoran yang bernama nama Dave's Noodles di Hobart, Burnie, Kingston, Moonah dan Mowbray.
Seorang pemilik restoran di Launceston (Tasmania) telah dikenai denda $ 100 ribu (sekitar Rp 1 M) karena membayar koki asal China terlalu rendah
- Inilah Sejumlah Kekhawatiran Para Ibu Asal Indonesia Soal Penggunaan Media Sosial di Australia
- Dunia Hari ini: Trump Bertemu Biden untuk Mempersiapkan Transisi Kekuasaan
- Dunia Hari Ini: Penerbangan dari Australia Dibatalkan Akibat Awan Panas Lewotobi
- Dunia Hari Ini: Tabrakan Beruntun Belasan Mobil di Tol Cipularang Menewaskan Satu Jiwa
- Korban Kecelakaan WHV di Australia Diketahui Sebagai Penopang Ekonomi Keluarga di Indonesia
- Trump Menang, Urusan Imigrasi jadi Kekhawatiran Warga Indonesia di Amerika Serikat