Pemilu 1955: Catatan Masa Bocah
Kamis, 12 Maret 2009 – 20:23 WIB
Tentu saja Pemilu 1955 tak sempurna. Terdengar cara-cara kotor dalam mengumpulkan dana parpol. Saat itu disebut-sebut system “lisensi istimewa” konon untuk dana kampanye partai. Belum ada istilah money politics. Ihwal korupsi parpol itu dengan bagus dilukiskan oleh Mochtar Lubis dalam novelnya berjudul “Senja di Jakarta.” Tak ubah dengan anggota DPR sekarang, silih ganti terlibat kasus korupsi. **
SAYA masih bocah lima tahun. Bau kencur, kata orang. Ayahku bercerita, bahwa penduduk Gunungtua di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara sudah keluar
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi