Pemilu Timor Leste Bangkitkan Memori Kelam Masa Penjajahan

"Saya senang karena sekarang kami memiliki kebebasan dan tidak takut lagi," katanya.
"Tetapi pada saat yang sama, saya merasa kasihan kepada teman-teman saya yang telah mengorbankan hidup mereka untuk negara ini."
Setelah merdeka, Timor Leste tidak menerima demokrasi begitu saja dan kehidupan politik terus berkembang dengan dinamis.
"Menang atau kalah, saya memilih Fretilin karena orang menderita dan orang mati atas nama Fretilin," kata Armanda.
Ia mengacu pada partai politik besar tertua di Timor-Leste, Front Revolusioner untuk Timor Timur Merdeka, atau yang dikenal sebagai Fretilin.
Pemimpin partai Mari Alkatiri menjadi perdana menteri pertama Timor Leste setelah bertahun-tahun diasingkan semasa pendudukan Indonesia.
Mari mengatakan ia merasa prihatin melihat keadaan bangsanya selama 21 tahun terakhir.
"Masyarakat masih hidup dalam kemiskinan," katanya.
Armanda Ferriera mengaku pernah disandera, diperkosa, dan dipukuli dengan kejam oleh pasukan Indonesia yang disebutnya menjajah Timor-Leste.
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi