Pemimpin Gereja Australia yang Lindungi Pencari Suaka Bisa Terjerat Hukum

"Untuk memberikan tempat aman atau memberi perlindungan dari bahaya, Anda perlu melakukannya dengan sangat tenang. Jadi ini adalah keputusan besar bagi kami untuk mengumumkannya secara umum, tapi kami ingin orang tahu bahwa kami ada untuk mereka," jelasnya.
Pencari suaka yang terancam deportasi melakukan segala upaya
Misha mengatakan, jumlah pengungsi yang berada dalam posisi mampu mengakses tawaran bantuan gereja sungguh sedikit.
Ia mengatakan, ada 15 keluarga yang tinggal di lingkungan masyarakat di empat negara yang mereka tahu, dan mereka adalah orang-orang yang paling mudah untuk masuk ke salah satu gereja yang menawarkan perlindungan.
“Keluarga yang kami ajak bicara, kami menasehati mereka untuk mendengar beberapa saran yang benar-benar mendalam tentang apa implikasinya bagi mereka dan tentang kasusnya dari perwakilan mereka sendiri, serta seperti apa visa perlindungan pada akhirnya," kemuka Misha.
Ia mengatakan, ia sempat tak mampu menguraikan seberapa baik 15 keluarga itu mengatasinya.
"Saya bisa katakana, masyarakat tahu bahwa kasus Pengadilan Tinggi tak akan menjadi sesuatu yang akan melindungi mereka. Pemberitahuan 72 jam, mudah-mudahan, tentang deportasi ke fasilitas lepas pantai akan diberikan,” jelasnya.
Ia menyambung, "Jadi sekarang prospeknya benar-benar hidup ... masyarakat benar-benar terkejut, hancur, bisakah saya katakan, mulai putus asa?."
Menurut analisa pakar hukum migrasi, para pemimpin gereja di Australia yang menawarkan perlindungan untuk para pencari suaka -yang akan dikirim ke
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana