Pemuda yang Diamankan karena Aksi Balap Liar Bersimpuh dan Menangis di Kaki Orang Tua

"Katanya diundang melihat balap liar, tetapi mereka minum-minum sendiri," ujar dia.
Hari menyebut bahwa tiga orang yang mabuk itu ada yang berstatus mahasiswa, dan sekolah di bangku SMP.
Mereka kemudian dites usap antigen di Polsek Asemrowo.
"Hasil tes ketiganya negatif. Selanjutya orang tua mereka dipanggil dan diberi penjelasan kenapa anak mereka kami amankan," ucap dia.
Mereka tak serta-merta bisa langsung pulang, karena harus menjalani pembinaan. Orang tua masing-masing juga dipanggil untuk membuat surat pernyataan.
"Ini tugas semua, orang tua juga harus bertanggung jawab ini salah satu akibat apabila kurang pengawasan dari orang tua," tambah dia.
Mereka dipulangkan setelah bersimpuh memohon maaf dan menangis kaki orang tua masing-masing.
Tangis pemuda dan orang tuanya pecah di halaman Polsek Asemrowo.
Polsek Asemrowo mengamankan 11 pemuda yang diduga ikut aksi balap liar. Para pemuda itu bersimpuh dan menangis di kaki orang tua mereka di kantor polisi.
- 28 Motor Pelaku Balap Liar di Pekanbaru Diarak ke Kantor Polisi
- Satpol PP Surabaya Temukan 2 RHU Jual Miras saat Ramadan
- KAI Daop 8 Tes Narkoba Kepada 100 Pekerja, Ini Hasilnya
- Info Penting, Masyarakat Surabaya Harap Lakukan Ini Sebelum Mudik Lebaran 2025
- Inilah Hasil Drawing Barati Cup International East Java 2025
- Balap Liar saat Ramadan Meresahkan, 57 Motor Disita Polresta Pekanbaru