Penahanan Etnis Muslim Uyghur di China: Semua Berawal dari Pabrik Mainan

"Aku melihat asap membubung dari api. Suara tembakan langsung," katanya.
Hari berikutnya, ia melihat orang-orang menggunakan air untuk mencuci darah dari jalan dekat universitas Xinjiang.
Alip Erkin, yang mengelola Buletin Uyghur dari Australia, ingat keponakannya berlari pulang melewati mayat.

Seorang pencari suaka Uyghur di Australia, yang meminta agar ditulis sebagai Abu karena takut anggota keluarganya yang masih di Xinjiang terancam, teringat adegan mengerikan dari sebuah mobil yang terbalik dan melihat mayat-mayat di jalan.
Ia melihat seorang pria Uyghur meninggal karena luka tembak dan seorang perempuan tua menutupinya dengan kain putih, yang tadinya ia siapkan untuk dirinya sendiri.
"Sampai saat itu, aku tidak percaya. Tapi aku melihatnya dengan mataku sendiri," kata Abu.
Kemudian, dia melihat polisi memasuki kawasan dimana ia tinggal dan mengumpulkan lusinan pria Uyghur, menarik baju mereka hingga ke kepala dan mengikat tangan mereka di punggung dengan ikat pinggang.
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana