Penambakan di Kantor MUI, Teddy Gusnaidi: Jangan Sampai Jadi Isu SARA

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi menyatakan peristiwa penembakan di MUI tidak boleh melebar jadi isu SARA.
Dia menyebutkan berdasarkan surat yang dikirimkan oleh pelaku penembakan itu dapat diduga ada masalah kejiwaan.
"Karena, menjadikan dirinya sebagai wakil nabi. Jangan sampai di goreng sana-sini, akhirnya kita malah jadi dipermainkan oleh orang yang memiliki masalah kejiwaan," kata Teddy dalam keterangannya, Rabu (3/5).
Juru bicara Partai Garuda itu menyebutkan hal itu sulit diterima akal sehat, lantaran di negara mayoritas beragama Islam ada yang mengatasnamakan wakil nabi di agama yang sama.
"Lalu mau membunuh orang-orang di lembaga yang ada ulamanya. Kita sudah berpengalaman akan hal seperti ini, sudah ada lebih dari sepuluh orang di Indonesia yang mengaku Nabi dan semuanya hanya jadi bahan lelucon masyarakat," lanjutnya.
Berbeda dari sebelumnya, kata Teddy, pelaku kali ini mengaku sebagai wakil nabi dan menggunakan kekerasan dalam menjalankan perannya.
"Karena sudah masuk ranah pidana maka ini menjadi urusan polisi, jangan sampai digoreng dengan berbagai teori konspirasi yang akhirnya melebar ke urusan SARA, karena tindakan aneh ini bukan hal baru di Indonesia," pungkas Teddy.
Sebelumnya, Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang terletak di Jalan Prolamasi, Jakarta Pusat, Selasa (2/5), ditembak orang tak dikenal.
Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi menyatakan peristiwa penembakan di MUI tidak boleh melebar jadi isu SARA.
- Ketua MUI Ajak Umat Islam Tetap Memiliki Integritas Seusai Ramadan
- Berkas Perkara Penembakan 3 Polisi di Lampung Diserahkan ke Denpom TNI
- BAZNAS, MUI, dan Kemenbud Gelar Nobar Film Peraih Oscar No Other Land
- Penembakan di Lokasi Judi Sabung Ayam Diduga Terencana, Sahabat Polisi: Pelaku Harus Dihukum Berat
- Solidaritas untuk Palestina, PMII Serukan Boikot 25 Merek Terafiliasi Israel
- Anak Bos Rental Mobil: Kami Belum Bisa Memaafkan Para Pelaku Penembakan