Penampakan Bungker Peninggalan Militer Jepang

jpnn.com, BANDA ACEH - Guna menarik kunjungan wisatawan ke Kabupaten Simeulue, Aceh, dinas pariwisata setempat akan mengembangkan bungker peninggalan perang dunia kedua oleh militer Jepang sebagai objek wisata.
Kepala Dinas Pariwisata Simeulue Asmanuddin mengatakan pihaknya sudah memugar sejumlah bungker untuk dijadikan objek wisata sejarah di Pulau Simeulue.
"Beberapa bungker telah kami pugar dan jadikan lokasi wisata. Termasuk memasukkannya dalam buku panduan objek wisata yang bisa dikunjungi di Simeulue," kata Asmanuddin di Simeulue, Jumat.
Dia mengatakan bungker peninggalan Jepang yang biasa disebut korok-korok oleh warga Simeulue ada di beberapa lokasi. Seperti di Desa Labuan Bakti, Desa Labuan Bajau, Desa Sua-Sua.
Kemudian, Desa Hulu Sua-Sua, Desa Kampung Aie, Desa Araban, Desa Babang, Desa Lugu, Desa Suak Baru, Desa Gunung Menggek, Desa Naibos, dan Desa Malasin.
Hanya saja, kata Asmanuddin, karena keterbatasan anggaran masih banyak bungker Jepang Simeulue belum bisa dipugar dan saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.
Selain keterbatasan anggaran, kata Asmanuddin, pemugaran bungker peninggalan Jepang juga terkendala lokasinya masuk dalam lahan milik warga.
"Beberapa bungker dalam kondisi rusak berat dan tidak terawat. Bungker ini merupakan sejarah keberadaan militer Jepang di masa perang dunia kedua puluhan tahun silam," kata Asmanuddin.
Bungker peninggalan militer Jepang sudah ada sejak puluhan tahun silam beberapa masuk di dalam lahan milik warga.
- Kebakaran Menghanguskan 18 Rumah Dinas TNI di Aceh
- Ini Identitas Korban Minibus Masuk Jurang di Sabang, 1 Tewas
- 8 Orang Tewas Kecelakaan Selama Arus Mudik 2025 di Aceh
- 2 Balita yang Tenggelam di Sungai Ditemukan Sudah Meninggal Dunia
- Azhari Cage Kutuk Pembunuhan oleh Oknum TNI AL terhadap Agen Mobil di Aceh Utara
- Dasco Sebut Revisi UU TNI Cuma Bahas 3 Hal, Satunya soal Usia Pensiun Prajurit