Penanganan Kasus Pembunuhan Khashoggi Pulihkan Reputasi Erdogan

Sebaliknya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, tampaknya mempergunakan kasus ini untuk menegakkan kembali reputasinya.
Reputasinya sebelum kasus ini terjadi anjlok akibat kebijakan ekonomi, inflasi tinggi dan sanksi menyakitkan dari AS akibat penahanan seorang pendeta asal AS.

Presiden Erdogan sendiri tak kurang kerasnya dalam menindaki oposisi, memecat 4.000 hakim dan jaksa serta memenjarakan 177 orang jurnalis.
Namun semua itu sama sekali terlupakan selama beberapa minggu terakhir.
Sebaliknya, dia merancang kampanye informasi melalui bocoran-bocoran ke media terkait fakta-kata kasus ini. Bocoran tersebut jelas melemahkan posisi Arab Saudi dan sekutunya AS.
Pihak Turki menjawab segala bantahan yang dilontarkan Arab Saudi dengan cara membocorkan detail kasus ini ke media lokal secara teratur.
Bocoran informasi itu dikeluarkan hanya pada hari pertama.
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi
- Dunia Hari Ini: Unjuk Rasa di Turki Berlanjut, Jurnalis BBC Dideportasi
- Dunia Hari Ini: Kebakaran Hutan di Korea Selatan, 24 Nyawa Melayang