Penantian 40 Tahun Warga Bambu Kuning Berakhir, PAM Jaya Salurkan Air Minum Perpipaan

Penantian 40 Tahun Warga Bambu Kuning Berakhir, PAM Jaya Salurkan Air Minum Perpipaan
Ilustrasi, petugas PAM JAYA mendistribusikan air bersih. Foto dok PAM JAYA

Dia berharap, PAM JAYA selalu hadir untuk warga Jakarta, khususnya dalam meningkatkan pelayanan dan kualitas.

"Warga kami sangat senang, alhamdulillah tahun ini bisa merasakan air bersih di wilayah RW 02, khususnya Kampung Bambu Kuning dan Kampung Sungai Tiram," tutur Bukhori.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda PAM Jaya Arief Nasrudin mengungkapkan warga di sana sudah menunggu hingga puluhan tahun untuk mendapatkan pasokan air perpipaan dari pemerintah.

"Warga setempat telah menunggu selama 40 tahun dan akhirnya telah dapat menikmati air minum perpipaan dari PAM Jaya," ucap Arief.

Menurut dia, dulunya warga Kampung Bambu Kuning hanya mengandalkan air tanah yang asin dengan biaya mencapai Rp 400 ribu hingga Rp 600 ribu per bulan.

Kini, dengan adanya jaringan air perpipaan PAM Jaya, warga hanya perlu membayar sekitar Rp 60 ribu-Rp 100 ribu per bulan, sehingga lebih hemat dalam memperoleh air yang berkualitas.

"Air minum perpipaan yang tersuplai bagi 513 Sambungan Rumah di RW 02 Kampung Bambu Kuning, bersumber dari SPAM Jatiluhur 1 yang disalurkan melalui Distribution Center Cilincing 2 berkapasitas 20 juta liter," jelasnya.

Arief mengaku menghadiri acara syukuran warga yang menyambut penuh syukur masuknya air minum perpipaan ke wilayah mereka.

Perumda PAM Jaya membangun saluran baru ke permukiman Kampung Bambu Kuning, Kelurahan Marunda, Jakarta Utara.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News