Pencari Kerja Tambah 2,5 Juta Pertahun
Jumat, 27 Mei 2011 – 05:39 WIB

Pencari Kerja Tambah 2,5 Juta Pertahun
JAKARTA - Wakil Presiden Boediono mengungkapkan, dalam 10-20 tahun kedepan, Indonesia akan menghadapi lonjakan jumlah angkatan kerja usia muda yang sangat signifikan. Pasalnya, setiap tahun rata-rata terdapat 2,5 juta pencari kerja baru usia produktif. Namun, tingginya pertumbuhan jumlah angkatan kerja usia muda ini juga bisa menjadi ancaman bagi Indonesia jika tidak dikelola dengan baik. Tetapi syaratnya, anak-anak ini harus diberikan pekerjaan dan ruang berkiprah secara produktif agar bisa memberikan kontribusi yang positif bagi negara. "Ini pekerjaan rumah yang besar sekali," cetusnya.
"Mulai sekarang harus dipersiapkan strategi penyediaan lapangan kerja yang memadai karena setiap tahun ada 2,5 juta angkatan kerja baru. Dalam 10-20 tahun ke depan, peningkatan jumlah angkatan kerja akan lebih tinggi daripada peningkatan jumlah penduduk," kata Wapres saat meluncurkan bursa tenaga kerja bidang kelautan dan perikanan di kantornya kemarin (26/5).
Dia mengatakan, struktur angkatan kerja usia muda ini akan menjadi modal besar bagi Indonesia jika bisa memanfaatkannya dengan baik. Sebab kondisi ini sangat berbanding terbalik dengan keadaan di negara-negara maju yang malah akan didominasi angkatan kerja usia tua. "Ini akan jadi potensi yang luar biasa. Pasar angkatan kerja ke depan tentunya masih didominasi anak-anak muda," cetusnya.
Baca Juga:
JAKARTA - Wakil Presiden Boediono mengungkapkan, dalam 10-20 tahun kedepan, Indonesia akan menghadapi lonjakan jumlah angkatan kerja usia muda yang
BERITA TERKAIT
- Marak PHK, Wamenaker: Masih Banyak Lapangan Kerja
- Bank Mega & IHH Healthcare Singapura Bersinergi Beri Layanan Kesehatan bagi Nasabah MegaFirst
- Bamus Betawi Berpartisipasi dalam Kegiatan Internasional Malaysia Madani
- Level Up Peradi: UU Desain Industri Sudah Kedaluwarsa, Harus Direvisi
- Soal Polemik THR Mitra, Pakar: Tuntutan Populis yang Kontradiktif dengan Regulasi
- Evie Yulin Bakal Menjadi Ketua IPMG Mulai April Ini