Pencari Suaka Anak-anak Dari Nauru 'Diam Diam' Sudah Dipindahkan ke Adelaide

Kemarin, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan pemerintah sekarang bergerak cepat dan 'diam-diam' untuk memindahkan pengungsi anak-anak dari Nauru.
"Selamaq sembilan pekan terakhir, jumlah anak-anak di Nauru sudah berkurang separuhnya. Kami sudah bekerja dengan diam-diam. Kami tidak mau berkoar-koar mengenai hal tersebut." katanya.
"Adalah pemerintahan kami yang menutup 17 pusat penahanan, dan membawa semua anak-anak keluar dari penahanan di Australia."
Morrison mengatakan bahwa anak-anak pencari suaka yang berada di Nauru tidaklah tinggal di pusat penahanan.
"Tidak ada anak-anak yang tinggal dalam penahanan di Nauru, mereka hidup di masyarakat sama seperti anak-anak asli Nauru. Anak-anak Nauru tinggal di Nauru, anak-anak hidup di Nauru." katanya.
"Ini adalah rumah bagi warga Nauru, anak-anak mereka tinggal di sana, keluarga tinggal di sana. Mereka bersekolah di sana, mereka menjalankan bisnis, dan juga bekerja di sana."
"Kita harus berhati-hati membicarakan mengenai negara Nauru, dan saya kira kita harus memberikan hormat kepada mereka."
Para dokter sudah menyampaikan keprihatinan mengenai masalah mental dan fisik sekitar 80 anak-anak yang sudah tinggal di Nauru selama hampir lima tahun.
- Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik yang Reformis, Meninggal Dunia pada Usia 88 tahun
- Dunia Hari Ini: PM Australia Sebut Rencana Militer Rusia di Indonesia sebagai 'Propaganda'
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia