Pencarian Korban Gempa Palu Berakhir Hari Ini

Selina Sumbung, ketua organisasi itu, mengatakan akhir dari misi pencarian ini diterima dengan "hati yang berat".
"Anak-anak sangat rentan dalam bencana, dan mengingat ada begitu banyak dari mereka yang tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk tumbuh adalah hal yang memilukan," katanya dalam sebuah pernyataan.
Halimah Ariav Koboi, yang putrinya masih hilang, menyaksikan ekskavator terakhir di Balaroa dalam keputusasaan, mengetahui bahwa ini adalah kesempatan terakhirnya untuk menemukan putrinya.
"Saya sangat sedih, sebagai seorang ibu kehilangan anak sendiri, itu pasti menyedihkan," katanya.
"Kenapa? Karena ini adalah upaya terakhir, harapan terakhir kami, dan jika memang benar bahwa hari ini adalah hari terakhir, itu berarti hari ini adalah kesempatan terakhir. Tidak akan ada lagi harapan untuk besok."
Lokasi yang dahulu disebut sebagai rumahnya kini akan menjadi kuburan massal permanen.

Namun, juru bicara BNPB, Sutopo Purwo Nugruho mengatakan bahwa melanjutkan upaya pencarian korban menjadi berisiko, karena mayat korban yang membusuk berpotensi menyebabkan penyakit seperti kolera.
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi