Pencarian Pesawat MH370 di Lokasi Baru Dimulai Pekan Depan

Pencarian baru akan memindai area yang lebih luas. Meskipun bukti termasuk bagian kecil dari sayap pesawat, yang ditemukan di Tanzania, mendukung teori bahwa pesawat terbang mengalami penurunan cepat setelah kehabisan bahan bakar dan mendarat di dekat "seventh arc".
Pemeriksaan bagian sayap tersebut menunjukkan bagian flaperon pada sayap pesawat sedang dibentangkan, sehingga ada teori pilot masih memegang kendali dan mencoba melajukan pesawat sejauh mungkin sebelum jatuh.
Bukti dalam laporan Biro Keselamatan Transportasi Australia pada akhir 2016, lewat pengamatan komunikasi satelit dari pesawat, dikenal sebagai Doppler Shift Burst Frequency Offset, juga konsisten dengan penurunan pesawat yang cepat dan lokasi kecelakaan mendekati "seventh arc".
Pencarian baru akan dimulai minggu depan. Dengan bayaran jutaan dolarnya, Ocean Infinity harus menemukan lokasi dimana puing-puing berkumpul atau alat perekam dalam penerbangan dalam waktu 90 hari.
Tapi jika sekalipun pesawat ditemukan, mungkin tidak ada penjelasan memuaskan mengapa penerbangan MH370 bisa hilang.
"Jika mereka menemukannya, apakah secara finansial kita bisa mengangkatnya? Dan kalaupun mereka melakukannya, informasi apa yang bisa diberikan?" kata spesialis penerbangan, Trevor Jensen.
"Perekam penerbangan, perekam suara, semuanya akan dalam keadaan sangat rusak sekarang."
Dirangkum dari artikel aslinya dalam bahasa Inggris yang bisa dibaca disini.
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana