Pencemaran Laut Menginspirasi Ilmuwan dan Seniman Australia untuk Berkolaborasi

Sikat gigi, korek api dan mainan anak-anak yang ditemukan di perut burung laut telah menginsipirasi seniman di Hobart untuk menciptakan karya yang menunjukkan dampak pencemaran laut terhadap satwa liar.
Para ilmuwan di Institut Studi Kelautan dan Antartika (IMAS) telah berkolaborasi dengan sejumlah seniman untuk pameran yang berjudul ‘Vanishing Point’ atau ‘Titik yang Menghilang’.
Mereka ingin mengekspos dampak buruk dari plastic yang memasuki saluran air dan termakan oleh burung laut.
Sophie Carnell membuat perhiasan dengan menggunakan tongkat plastic permen lollipop untuk pameran di IMAS.
Karya ahli biologi, Heidi Auman, telah menunjukkan dirinya sendiri beberapa contoh terburuk tentang di mana limbah masyarakat berakhir.
"Saya benar-benar mengambil segenggam plastik dari elang laut ini dan kadang-kadang enam korek api per burung, sarung tangan plastik pencuci piring, spidol, bola lampu utuh dan segenggam pecahan plastik tak lainnya,” ungkapnya.
Ia menyambung, "Limbah laut, dan utamanya polusi plastik, adalah masalah yang tumbuh secara eksponensial di lautan kita."
Dr Heidi mengatakan bahwa sementara orang memperhatikan foto-foto dramatis dari plastik yang ada dalam tubuh unggas yang mati, mereka tak menghubungkan hal itu dengan kegiatan sehari-hari mereka sendiri, atau melihat diri mereka sebagai penyebabnya.
Sikat gigi, korek api dan mainan anak-anak yang ditemukan di perut burung laut telah menginsipirasi seniman di Hobart untuk menciptakan karya yang
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi