Penderita Kanker yang Punya Pasangan, Hidup Lebih Lama

"Karena kalau saya tidak memaksanya pergi ke dokter, dia tidak akan pergi, karena dia tidak merasa ada sesuatu yang salah."
McKean sendiri terkena kanker payu dara di tahun 2012, dan tahun lalu, dinyatakan menderita kanker perut.
Dia menjalani operasi dan sekarang dalam taraf penyembuhan.
"Kami saling membantu. Setiap kali dia tidak merasa sehat, saya membantu dia sebisa mungkin, dan tetap bersama dia, dan membantunya. Pokoknya selalu berusaha membantu."
Juru bicara Cancer Council Queensland Katie Clift mengatakan penelitian itu juga menemukan perbedaan antara mereka yang punya pasangan dan yang tidak, juga tergantung pada jenis kanker yang mereka idap.
"Jadi kami melihat bahwa mereka bertahan hidup, antara yang punya pasangan dan yang tidak, perbedaannya adalah 2 persen, di kanker seperti kanker paru-paru, namun perbedaan bisa mencapai 30 persen bagi penderita kanker kepala dan leher." kata Cliff.
Penelitian ini sudah diterbitkan di International Journal of Cancer Epidemiology.
Sebuah penelitian terbaru di Queensland (Australia) menemukan bahwa penderita kanker yang tidak memiliki pasangan hidup, besar kemungkinan akan meninggal
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana