Pendeta Perempuan Korea Ditahan Setelah Menyandera Ratusan Pengikutnya di Fiji

Polisi mengatakan mereka menyandera 400 pengikut untuk tidak boleh meninggalkan Fiji, dan kadang pengikutnya mengalami tindak kekerasan, hal yang dibantah oleh gereja tersebut.
Selama lebih dari dua tahun, Gereja Metodis Fiji memperingatkan kepada jemaatnya untuk berhati-hati dengan Grace Road yang disebut sebagai sebuah sekte.

Ini bukanlah kali pertama Grace Road mendapat perhatian dari pihak berwenang.
Daniel Scholfield, dari firma hukum di Amerika Serikat Lynch, Traub, Keefe & Errante, menangani seorang klien yang mengalami gangguan mental.
Pria itu menggugat Grace Road setelah kakinya diamputasi setelah gereja berusaha mengobati gangguan skizofrenia yang dialaminya dengan doa.
"Organisasi ini sangat menakutkan.. Mereka yang ikut dalam gereja begitu percaya dengan ajaran gereja tersebut sehingga mereka tidak bisa berbuat apa-apa." kata Scholfield kepada ABC.
"Orang-orang ini berada sepenuhnya dalam kuasa gereja, sehingga mereka tidak bisa melakukan apa-apa sendiri."
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi