Pendidikan Kesetaraan Punya Arti Penting untuk Masa Depan

Samto menjelaskan, Perluasan akses pendidikan kesetaraan melibatkan banyak pihak dan berbagai komunitas.
“Misalnya melalui komunitas sekolah rumah (home schooling), forum PKBM, lembaga swadaya masyarakat, komunitas cyber school, dan lain sebagainya,” kata Samto.
Kurikulum pendidikan kesetaraan memungkinkan untuk disesuaikan dengan konteks peserta didik.
Dengan demikian, sangat memungkinkan untuk disesuaikan dengan potensi daerah masing.
Namun, standar kompetensi lulusan (SKL) tetap menjadi quality control-nya. Dengan kata lain proses pembelajaran dirancang fleksibel dan bisa dengan cara yang berbeda-beda.
“Waktu dan tempat belajar menyesuaikan dengan kondisi peserta didik. Akan tetapi, ukuran keberhasilannya tetap pada pencapaian standar kompetensi lulusan,” ujar Samto. (jos/jpnn)
Kasubdit Pendidikan Kesetaraan dan Pendidikan Berkelanjutan Ditjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud Samto mengatakan, pembelajaran pendidikan kesetaraan pada era Revolusi Industri 4.0 ialah dengan pembelajaran kesetaraan dalam jaringan (daring).
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Algonova Bantu Asah Keterampilan Anak-anak Sejak Dini
- Waka MPR Ibas Berharap Sekolah Rakyat Dibangun di Pacitan, Minta Bupati Siapkan Lahan
- Wakil Ketua MPR Minta Penerapan Wajib Belajar 13 Tahun Dipersiapkan dengan Baik
- Kemnaker dan Kemendikdasmen Teken MoU Sinkronisasi Pendidikan dan Ketenagakerjaan
- Verrell Bramasta: Pendidikan Adalah Kunci untuk Menciptakan Generasi Unggul
- Gen Z Didorong Melek Finansial melalui Edukasi dan Inovasi Digital