Pendudukan Fighter
Oleh: Dahlan Iskan

jpnn.com - Begitu heboh perpolitikan Amerika Serikat, tetapi jadwal pengesahan hasil Pilpresnya bisa tepat waktu.
Jam 03.00 menjelang subuh (kemarin sore WIB), Kongres mengesahkan Joe Biden sebagai presiden terpilih.
Hebohnya ternyata di luar sidang. Heboh sekali. Mencoreng wajah Amerika di seluruh dunia.
Sebenarnya pengesahan itu, di masa lalu, tidak pernah menarik. Tidak pernah dipedulikan orang. Itu lebih sebagai formalitas. Hasil Pilpres itu sudah 'disahkan' di masing-masing negara bagian. Tinggal perlu pengesahan tingkat nasional.
Presiden Trump ingin beda. Ia masih penuh harap bisa tetap tinggal di Gedung Putih, empat tahun lagi. Ia belum mau mengaku kalah.
Berbagai upaya 'memutar balik' hasil Pilpres dilakukannya. Sekitar 50 gugatan diajukan ke pengadilan. Semua ditolak. Trump sampai menekan para gubernur yang dari Partai Republik. Terutama di daerah yang kalah tipis.
Bahkan Trump sampai memerintahkan agar dicarikan suara tambahan. Di Georgia. Agar bisa menang.
Semua usaha itu gagal.
Ada pula yang mengangkat podium, entah mau dibawa ke mana. Banyak juga yang masuk ke ruang-ruang kerja anggota kongres
- Soal Kebijakan Tarif Trump, Indonesia Diusulkan Dorong WTO Menyehatkan Perdagangan Global
- Prabowo Kirim Tim Lobi ke AS untuk Negosiasi Tarif Impor Donald Trump
- Menko Airlangga Bertemu PM Anwar Ibrahim, Bahas Strategi Menghadapi Tarif Resiprokal AS
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- Ekonom Ungkap Komoditas yang Bakal Terdampak Kebijakan Tarif Trump
- Tornado Menyapu Amerika, 55 Juta Jiwa Terancam