Pendukung Jokowi dan Prabowo Sama-sama 'Bermain' Hantu Orde Baru

Ditambahkan, menarik melihat bagaimana isu anti China yang bercampur dengan Komunisme ini bekerja di kubu kedua kandidat.
Kemunculan khilafah
Serangan ke kubu Prabowo banyak berkisar pada narasi ketakutan terhadap kemunculan khilafah.
"Di era Orba narasi ketakutan akan ekstrim kanan memang ada tapi itu dikaitkan dengan DI/TII," katanya.
"Tapi sekarang semua berubah, peta politik Islamnya juga berubah sehingga yang muncul dalam melihat Prabowo Sandi dan kekuatan politik yang ada di belakangnya adalah, sebagai bentuk disinformasi, ada ISIS dan HTI dan bagaimana mereka menggunakan PKS dan Prabowo-Sandi untuk mengubah ideologi negara," ujar Imam.

Dikatakan, hal ini mengaburkan seakan-akan kubu Prabowo mewakili kekuatan transnasional yang menginginkan Pan Islamisme atau khilafah, suatu konsepsi yang juga mirip dengan sentimen anti China, yaitu konsepsi adanya ancaman asing.
Padahal, katanya, apa yang ada dalam kubu Prabowo demikian kompleks dari segi ideologi, juga orientasi politiknya.
"Kesimpulan kita bahwa kedua kubu sebenarnya sama-sama ingin merespon tuduhan mengenai pengaruh asing dan itu bisa kita lihat sebagai kemunculan narasi yang berkenaan dengan loyalitas terhadap Pancasila dan bentuk NKRI," kata Imam lagi.
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi
- Dunia Hari Ini: Unjuk Rasa di Turki Berlanjut, Jurnalis BBC Dideportasi
- Dunia Hari Ini: Kebakaran Hutan di Korea Selatan, 24 Nyawa Melayang