Peneliti Australia Kembangkan Teknologi Pantau Gerakan Mata Ketika Mengemudi

Para peneliti di Australia mengatakan bahwa teknologi yang memantau gerakan mata segera akan tersedia untuk menentukan apakah pengendara terlalu letih untuk bisa mengendarai mobil.
Sebuah penelitian kerjasama antara Pusat Penelitian Alertness Cooperative Research Centre dan Monash University di Melbourne telah melakukan pemantauan terhadap 20 pekerja rumah sakit yang bekerja dalam shift berbeda.
Para peneliti melihat gerakan mata para staf tersebut lewat alat yang dipasang di stir di dalam mobil.
Teknologi yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi Australia Seeing Machines menggunakan kamera yang dihadapkan ke wajah pengemudi, untuk nmelakukan uji selama empat menit sebelum seseorang mengendara untuk melihat pola kedipan mata dan menguji tingkat kebugaran.
Peneliti utama Megan Mulhall mengatakan faktor mengantuk menjadi masalah besar di Australia, dengan sekitar 20 persen kecelakaan disebabkan karena masalah pengemudi mengantuk.
"Ini masalah besar, khususnya mereka yang bekerja dalam shift dimana jam kerjanya berbeda-beda." kata Mulhall.
"Peneliti kami menemukan - walau ini masih dalam tahap awal, kami bisa meramalkan dari tes sebelum mengendara ini masalah yang ditimbulkan karena mengantuk.
Menurut data, misalnya di negara bagian Queensland, dalam paruh pertama tahun 2018, terjadi 16 kematian dan 129 orang harus dirawat di rumah sakit berkenaan dengan kecelakaan karena faktor mengantuk.
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana