Penembak Nasrudin Ditangkap, Nama Antasari Disebut-sebut
Jumat, 01 Mei 2009 – 09:52 WIB
![Penembak Nasrudin Ditangkap, Nama Antasari Disebut-sebut](https://cloud.jpnn.com/photo/uploads/berita/dir01052009/img01052009173781.jpg)
SIBUK MEMBANTAH- Ketua KPK Antasari Azhar turut disibukkan akibat adanya isu yang menyebutkan namanya terlibat sebagai aktor penembakan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen beberapa waktu lalu. Foto: Muhammad Iqbal/Satelit News
JAKARTA-Petinggi kepolisian masih bungkam mengenai siapa saja sembilan tersangka pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen di wilayah Tangerang beberapa waktu lalu. Namun, salah satu tersangka adalah pengusaha yang cukup dikenal berinisial SH yang pernah menjadi politisi partai Golkar dan PKB dan satu pelaku di antaranya berinisial JU. Mengenai senjata api yang digunakan untuk menghabisi Nasrudin adalah senjata jenis organik. Dalam kasus ini, jajaran Kepolisian menetapkan sedikitnya ada sembilan pelaku terkait kasus penembakan Nasrudin Zulkarnaen. Dari sembilan tersangka, dua orang di antaranya masih buron.
Adapun petugas telah menangkap Komisaris Utama salah satu perusahaan surat kabar di Jakarta. Adalah pelaku SH ditangkap petugas Polda Metro Jaya terkait kasus penembakan terhadap Direktur PT PRB Nasrudin Zulkarnaen. Penangkapan pelaku sangat mengejutkan. Karena dua hari lalu, SH masih terlihat di kantornya di Jl Raya Ampera, Jakarta Selatan.
Baca Juga:
Pada Selasa (28/4) malam lalu, SH masih terlihat datang ke kantornya. Saat itu, SH datang ke kantor setelah azan maghrib."Dalam penampilan keseharian, SH sering mengenakan jas dan kemeja batik. Dalam kepergiannya, SH selalu dalam pengawalan orang berbadan tegap.
Baca Juga:
JAKARTA-Petinggi kepolisian masih bungkam mengenai siapa saja sembilan tersangka pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen
BERITA TERKAIT
- Menteri ESDM Bahlil Diminta Luruskan Penonaktifan Dirjen Migas
- Margarito: Dominus Litis di RKUHAP Ciptakan Kewenangan Berlebihan
- Belajar dari Jepang, Program MBG Perlu Kolaborasi Semua Pihak
- Bakul Budaya Rayakan Capgome di Kampus UI
- Advokat Pertanyakan Urgensi Hak Imunitas Jaksa: Lebih Baik Dihilangkan
- Brantas Abipraya Rampungkan Pembangunan Rumah Sakit UPT Vertikal Papua