Penemuan Baru: Sejumlah Hewan Australia Mengeluarkan Cahaya di Bawah Sinar UV

Para peneliti di kebun binatang Amerika Serikat menemukan hewan Tasmanian Devil bisa mengeluarkan cahaya di bawar sinar ultraviolet (UV).
Ini adalah penemuan terbaru setelah fenomena yang sama ditemukan terjadi pada hewan khas Australia lainnya, seperti platipus, bilby, dan wombat.
Kebun Binatang Toledo di Ohio mengunggah temuan itu di halaman Facebook mereka.
"Dalam kasus Tasmanian devil, kulit di sekitar moncong, mata, dan telinga bagian dalam menyerap sinar ultraviolet, kemudian memancarkannya kembali dengan warna kebiruan," tulis unggahan mereka di Facebook.
"Tidak jelas apakah fenomena biofluoresensi ini punya tujuan ekologis atau hanya kebetulan."
Biofluoresensi adalah fenomena "glow-in-the-dark" atau menyala dalam kegelapan, di mana gelombang cahaya diserap dan kemudian dipancarkan kembali berdasarkan sifat dari bulu atau kulit hewan tersebut.
Fenomena ini sudah ditemukan pada tumbuhan, beberapa serangga dan beberapa hewan laut, tetapi sebelumnya tidak diketahui jika bisa terjadi juga pada mamalia atau hewan marsupial khas Australia.
Jacob Schoen, salah satu pakar konservasi Kebun Binatang Toledo mengatakan ia yakin jika mereka adalah yang pertama kalinya menemukan fenomena Tasmanian devil yang bisa mengeluarkan cahaya.
Para peneliti di kebun binatang Amerika Serikat menemukan hewan Tasmanian Devil bisa mengeluarkan cahaya di bawar sinar ultraviolet (UV)
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi