Pengakuan Backpacker di Australia, Ditiduri atau Diperkosa

Berselang beberapa minggu setelah Frances tiba, perilaku seksual pemilik hostel semakin menjadi-jadi.
Frances yang belum menerima gajinya, langsung merasa terjebak.
"Sehari sebelum Natal dia menyentuhku. Saya peringatkan dengan tegas untuk melepaskan saya, tapi dia terus memaksa," tuturnya.

Khawatir dengan keselamatannya, Frances pun berniat meninggalkan tempat itu. Tapi selama liburan Natal, sama sekali tak ada layanan bus ke Melbourne.
"Dia memanggilku ke kantornya. Dan bilang, 'begini saja, kamu tidur dengan saya, jadi pacar ku, atau saya perkosa. Pilih yang mana'," ujarnya.
"Dia bilang 'saya akan menjemputmu besok, suka atau tidak. Kamu tak akan bisa menolak'. Saya lalu menendangnya, menjauh darinya," tambah Frances.
Dia langsung mengemasi kopernya, memanggil taksi dan melarikan diri dari sana.
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana