Pengakuan Gus Nur soal Skenario Wawancara dengan Refly Harun, Ternyata...

Gus Nur beralasan selama masa penahanan di Bareskrim Polri, dia tak bisa menghubungi siapa pun dan bertemu siapa-siapa, termasuk pengacaranya.
Ditambah lagi, penasihat hukumnya itu selalu walkout di persidangan sehingga dia tak tahu apakah tim hukumnya sudah menyiapkan saksi dan ahli atau tidak.
"Saya ini tak punya handphone, bagaimana mau menghadirkan, saya ini digembok ditahan, gimana mau menghadirkan saksi," ujar Gus Nur.
Namun, hakim Toto kembali menekankan agar Gus Nur memanfaatkan tim penasihat hukumnya untuk bisa menghadirkan saksi maupun ahli di persidangan demi kepentingan terdakwa.
Baca Juga: Sidang Perdana Habib Rizieq Diwarnai Aksi Walk Out, Kuasa Hukum: Sidang Sama Tembok!
"Terdakwa punya penasihat hukum untuk membela kepentingan kliennya, bukan berarti orang di dalam tahanan tak bisa bergerak," timpal hakim Toto.
Hakim menyampaikan bahwa Gus Nur sebagai terdakwa berhak menghadirkan saksi dan ahli di persidangan jika masih ada.
"Itu kalau ada saksi silakan, ada ahli, itu hak yang diberikan undang-undang," pungkasnya.(cr3/jpnn)
Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:
Gus Nur beri pengakuan soal wawancaranya dengan Refly Harun terkait NU yang dianggap sebagai ujaran kebencian, simak penjelasannya.
Redaktur & Reporter : Fransiskus Adryanto Pratama
- Hakim Terseret Kasus Suap, Legislator Minta Usut Sampai ke Petinggi MA
- Hakim Terseret Kasus Suap, Legislator Minta MA Membenahi Sistem Promosi Jabatan
- Kejagung Tetapkan Ketua PN Jaksel Tersangka Suap Rp60 Miliar Terkait Kasus CPO
- Pakar Dukung Ted Sioeng Banding Putusan PN Jaksel & Lapor ke KY
- Jatuhkan Vonis saat Ted Sioeng Terkulai di RS, Majelis Hakim Dinilai Tidak Manusiawi
- Anak Bos Prodia Jalani Sidang Kasus Asusila di PN Jaksel