Pengakuan Mengejutkan Bos Mafia Turki, Rezim Erdogan Dipermalukan

Peker, yang dinyatakan bersalah atas kegiatan kriminal terorganisir pada 2007, telah menuduh orang dekat Erdogan melakukan pemerkosaan, terlibat dalam perdagangan narkoba, pembunuhan, serta tindakan terlarang lainnya.
Ia juga mengaku dilindungi dari penganiayaan oleh pemerintah Turki selama beberapa tahun terakhir. Dia bahkan mengklaim dapat pengawalan polisi yang menjamin keselamatannya.
Sang Godfather, mengklaim mendengar langsung dari Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu, bahwa kasusnya tengah "diurus" oleh pihak berwenang.
Dia pun dijanjikan mendapat kesempatan melarikan diri dari Turki dan terhindar dari penuntutan.
Pernyataan tersebut menjadi tuduhan yang telah membuat sang menteri di bawah tekanan berat. Apalagi, pemerintah sejauh ini menolak untuk menyelidiki klaim Peker.
Fikri Saglar, politikus senior CHP, partai oposisi utama Turki, menuturkan bahwa perselingkuhan Peker dengan pemerintah adalah bagian dari masalah yang jauh lebih besar.
Dalam sebuah wawancara dengan harian Turki Cumhuriyet, mantan anggota parlemen itu mengaitkannya dengan skandal serupa yang mencoreng citra rezim sebelum Erdogan. "Kita bisa menyebutnya sebagai insiden Susurluk kedua," ujar dia.
Saglar adalah anggota komite parlemen yang menyelidiki skandal di penghujung milenium tersebut. "Mungkin lebih serius," tambahnya.
Terlaporkan,seorang bos mafia terorganisir Turki,Sedat Peker, terpidana yang tinggal di pengasingan melontarkan tuduhan serius terhadap anggota parlemen pemerintah terkemuka
- Dunia Hari Ini: Unjuk Rasa di Turki Berlanjut, Jurnalis BBC Dideportasi
- Dunia Hari Ini: Wali Kota Istanbul Ditangkap Sebelum Maju Jadi Capres
- HNW Dukung Usulan Erdogan Soal Hak Veto di DK PBB untuk Negara Mayoritas Muslim
- Nekat Bakar Al-Qur’an, Langsung Diburu dengan Sajam
- Erdogan Bakal Ikut Membangun IKN, Janjinya Tidak Main-Main
- Erdogan Puji Sikap Indonesia yang Terus Dukung Palestina