Pengakuan Menjijikkan Pembunuh Waria

"Saya mau dikasih uang Rp300 ribu sama korban kalau saya mau berhubungan dengan dia. Karena saya butuh uang itu untuk beli susu anak saya, makanya saya mau, saya baru kali ini melakukannya. Pas dicoba sama korban ternyata sakit, saya langsung menolak, tapi dia memaksa, makanya saya cekik lehernya," ungkap Darwan di Mapolda Lampung.
Dia menjelaskan, awal mula terjadinya pebunuhan itu pada awal Juni 2017, pihaknya memotong rambut anaknya di salon korban.
Saat itu, korban merayunya untuk berhubungan dengan dijanjikan uang sebesar Rp300 ribu. Namun, dirinya menolak ajakan itu.
Akan tetapi, pada hari minggu (4/6) sekitar pukul 22.30WIB, korban menghubungi pelaku agar pelaku datang ke salonnya.
Sekitar pukul 01.00WIB pada hari Senin (5/6) korban menjemput pelaku di kediamannya dan diajak ke salonnya.
"Di salon itu juga saya sempat menolak, tapi karena saya butuh uang, makanya saya mau. Saya minta makan dulu sama dia, setelah makan, baru kami melakukannya (berhubungan,red)," ucapnya.
Namun saat begituan, dia merasa kesakitan hingga akhirnya memegang kepala korban dan membenturnya ke ranjang tempat tidur.
Namun, korban masih tetap ingin melanjutkan aksinya sehingga dirinya mencekik korban dan menjerat lehernya menggunakan kain hingga tak sadarkan diri.
Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Lampung meringkus pelaku pembunuh waria di Jatiagung, Lampung Selatan.
- Polisi Ungkap Misteri Penemuan Mayat Perempuan di Cimahi, Ternyata
- Pembunuhan Juwita oleh Oknum TNI AL Diduga Terencana, Ada Bukti
- Penyidik Usut Indikasi Kekerasan Seksual oleh Oknum TNI AL terhadap Juwita
- Pembunuhan Juwita oleh Oknum TNI AL, Denpomal Sita Sebuah Mobil
- Gelar Perkara Kasus Pembunuhan Juwita Dilakukan Tertutup, Ada Apa?
- Keluarga Juwita yang Tewas Diduga Dibunuh Oknum TNI AL Kecewa