Pengakuan Sopir Bus yang Kecelakaan di Subang, Ada yang Tak Beres, Susah

Pengakuan Sopir Bus yang Kecelakaan di Subang, Ada yang Tak Beres, Susah
Keluarga dan rekan korban kecelakaan bus di Subang menangis saat kedatangan jenazah siswa SMK Lingga Kencana di rumah duka di Depok, Jawa Barat, Minggu (12/5). Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com - SUBANG - Sopir bus Trans Putera Fajar, SAD (50) tak bisa menyembunyikan kesedihannya seusai kendaraan yang dibawa kecelakaan di Jalan Raya Ciater, Kabupaten Subang pada Sabtu (11/5) malam.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan sebelas orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

SAD terus mengucap maaf seusai gagal menyelamatkan puluhan penumpang rombongan SMK Lingga Kencana Depok itu.

Pria asal Kota Bekasi itu bertugas mengantarkan rombongan siswa dari Kota Depok yang menggelar perpisahan di Kota Bandung.

Menurut dia, setibanya di Jalan Raya Ciater, bus yang dikemudikannya terguling karena rem blong.

SAD mengatakan, busnya itu memang sempat mengalami kendala, tetapi sudah diperbaiki saat rombongan istirahat.

"Sempat (diperbaiki), itu namanya setel rem, di Tangkuban Parahu. Dari Tangkuban Parahu makan sore di rumah makan, kemudian jalan pulang dari situ, biasa, berjalan normal," kata SAD ditemui di RSUD Subang, Minggu (12/5).

Sesampainya di perempatan Jalan Raya Ciater, SAD mulai merasakan ada yang tidak beres dengan rem busnya.

Sopir bus yang membawa rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok itu mengaku menjadi sopir dari 1996.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News