Pengakuan Tukang Pijat Khusus Gay, Sering Diminta Pijat Plus-Plus di Rutan
Jumat, 25 Januari 2019 – 14:08 WIB

DILIMPAHKAN: Anggota Polres Balikpapan saat melimpahkan tersangka Aripin Kusnawan beserta berkas perkara dan barang buktinya ke Kejaksaan Negeri Balikpapan. Foto: Prokal/JPNN
“Saya mau usaha lagi. Jangan sampai kaya gini lagi. Saya sudah berhenti. Saya tidak mau pijat laki-laki lagi. Saya mau fokus jual makanan,” kata Aripin.
Baca Juga:
Dia mengaku selama ini berada di jalan yang salah. Karena itu, Aripin berniat tobat jika sudah bebas.
“Dibayar banyak pun saya tetap tidak mau. Rumah tangga anak dan istri saya telantar gara-gara ini,” kata Aripin.
Sementara itu, Kanit Tipiter Satreskrim Polres Balikpapan Ipda Henny Purba mengatakan, pihaknya sudah melimpahkan berkas kasus Aripin ke Kejaksaan Negeri Balikpapan
“Pasal yang disangkakan masih sama dengan yang kemarin. Ancamannya enam tahun penjara. Jadi, langsung kami limpahkan ke kejaksaan,” ucap Henny. (pri/yud/k1/prokal/jpnn)
Admin grup Gay Pijat Kota Balikpapan Aripin Kusnawan mengaku kapok menjadi tukang pijat khusus pria dengan orientasi seksual menyimpang.
Redaktur & Reporter : Ragil
BERITA TERKAIT
- Berbagi Kebaikan Ramadan, Bank Mandiri Group Beri Santunan ke 1.750 Penerima di Balikpapan
- Bea Cukai Dorong Peningkatan Ekspor dari 2 Daerah Ini Lewat Sinergi Berbagai Instansi
- Brigjen Mukti Sebut Direktur Persiba Catur Adi Bandar Narkoba Kaltim
- Bandara SAMS Balikpapan Lakukan Pencegahan HMPV
- Kota Penyangga IKN, Balikpapan Nikmati Pertumbuhan Ekonomi
- Bus Bukan