Pengalaman Pakar Forensik Australia Bantu Identifikasi Korban Tsunami Thailand
Beberapa wisatawan mancanegara yang telah kehilangan anak menolak pulang ke rumah tanpa jenazah mereka.
Anggota keluarga yang berduka ini akan menunggu di kamar mayat setiap hari, dan kapan pun Dr Wright lewat mereka akan menatapnya penuh harap.
Dr Wright belajar untuk mengalihkan pandangannya, sampai dia sempat berbagi berita.
Kerinduan untuk merebut kembali tubuh anak-anak diintensifkan oleh rasa bersalah yang dirasakan oleh banyak korban tsunami ini.
Salah satu pasangan Swedia sedang berada di atas kapal bersama anak laki-laki mereka saat mereka melihat gelombang besar datang ke arah mereka.
Tidak ada cukup jaket pelampung di kapal, jadi mereka meraih yang terakhir untuk anak laki-laki mereka yang berusia enam tahun, menciumnya selamat tinggal, dan menurunkannya ke laut.
Tentunya kapal itu akan terbalik, pikir mereka, dan meski mereka tenggelam, dia akan aman. Tapi entah kenapa perahu itu berguling di atas ombak dan semua orang di kapal selamat.
Tim penyelamat kemudian menemukan tubuh kecil anak mereka, mengenakan jaket pelampung.
- Dunia Hari Ini: Rencana Airbnb Menggelar Pertarungan Gladiator di Roma Dikecam
- Inilah Sejumlah Kekhawatiran Para Ibu Asal Indonesia Soal Penggunaan Media Sosial di Australia
- Dunia Hari ini: Trump Bertemu Biden untuk Mempersiapkan Transisi Kekuasaan
- Dunia Hari Ini: Penerbangan dari Australia Dibatalkan Akibat Awan Panas Lewotobi
- Dunia Hari Ini: Tabrakan Beruntun Belasan Mobil di Tol Cipularang Menewaskan Satu Jiwa
- Korban Kecelakaan WHV di Australia Diketahui Sebagai Penopang Ekonomi Keluarga di Indonesia